Cara Meningkatkan Produksi Telur Ayam Kampung

meningkatkan produksi telur ayam kampung
Telur ayam kampung di percaya memiliki khasiat untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. Banyak kalangan yang mempercayai hal ini, sehingga mereka gemar mengkonsumsi telur ayam kampung untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuhnya.
Telur ayam kampung yang terbentuk dari mineral, protein dan beberapa kandungan nutrisi lainnya ini di produksi oleh ayam kampung betina, baik di buahi pejantan atau tidak, ayam betina akan tetap dapat memproduksi telur, dengan catatan adanya kecukupan nilai nutrisi di dalam makanan ayam kampung yang kita sediakan.

Di samping untuk di konsumsi, telur ayam kampung juga dapat ditetaskan sendiri untuk memperbanyak populasi ternak ayam kampung kita, baik untuk di pelihara secara tradisional maupun untuk pemeliharaan ayam kampung secara intensif.
Kebanyakan peternak ayam kampung masih memproduksi DOC secara mandiri, mengingat sampai sekarang ini masih jarang peternak yang khusus memproduksi DOC ayam kampung.

Untuk dapat meningkatkan produksi telur ayam kampung, kualitas pakan ayam kampung yang kita berikan harus memenuhi angka kecukupan gizi yang di butuhkan oleh ayam kampung betina untuk memproduksi telur.
Semakin tercukupi nilai nutrisi dalam ransum, ayam kampung yang kita pelihara akan memberikan produksi telur yang baik.
Banyak yang menanyakan kepada wiraternak mengenai cara untuk meningkatkan produksi telur ayam kampung.

Dalam menjawab pertanyaan ini, wiraternak sering menjawab dengan pertanyaan yang bernada becanda;
"Memangnya mau di tingkatkan berapa butir lagi?"

Untuk menjawab pertanyaan cara meningkatkan produksi telur ayam kampung ini, kita harus mengetahui dengan jelas seberapa besar peningkatan jumlah produksi telur ayam kampung yang kita inginkan. 
Karena dalam kata "meningkatkan" ini harus ada kata yang pasti atau prosentase yang pasti dari produksti telur ayam kampung yang kita pelihara mampu memproduksi berapa dan akan ditingkatkan menjadi berapa.
Baru setelah kita mendapatkan jawaban dari data produksi telur ayam kampung sebelumnya, kita bisa memberikan jawaban yang sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kapasitas produksi telur ayam kampung.
Menurut pandangan Wiraternak, kita tidak bisa mencari salah satu faktor utama yang menjadi penyebab menurunnya produktifitas ayam kampung, karena semua faktor untuk meningkatkan produksi telur ayam kampung, semuanya adalah faktor utama.
Kalau anda menanyakan satu faktor utama yang mempengaruhi tingkat produksi telur ayam kampung, itu artinya anda hanya ingin meningkatkan kapasitas produksi telur ayam kampung dengan kapasitas yang kecil.

Ayam kampung akan dapat memproduksi telur secara maksimal apabila faktor-faktor tersebut ada dalam peternakan ayam kampung kita, baik untuk peternakan ayam kampung skala besar maupun skala kecil, karena faktor-faktor yang mempengaruhi produktifitas telur ayam kampung adalah faktor-faktor dominan.

Untuk dapat meningkatkan produktifitas telur ayam kampung, kita harus memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi produktifitas telur ayam kampung tersebut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi produktifas telur ayam kampung adalah sebagai berikut.

1. Faktor Genetik
Wiraternak pernah membahas mengenai genetik ayam kampung yang terbagi menjadi dua jenis ayam kampung.
Untuk refresh kembali, silahkan baca artikel yang berjudul "2 Jenis Ayam Kampung Yang Jarang Di Ketahui".
Pada artikel tersebut wiraternak membahas mengenai perbedaan antara ayam kampung petelur dan ayam kampung pedaging.
Dari dua istilah yang melekat pada ayam kampung tersebut, kita pasti dapat menebak, ayam kampung jenis petelur tentunya akan menghasilkan telur yang lebih banyak di banding ayam kampung tipe pedaging.
Untuk lebih meningkatkan kapasitas produksi telur ayam kampung, tentunya kita harus memilih ayam kampung tipe petelur.
Apabila pada peternakan ayam kampung kita kapasitas produksi telurnya sedikit, kita harus meneliti ayam kampung kita termasuk ke dalam jenis ayam kampung yang mana.

2. Faktor Kesehatan
Binatang ternak lebih memilih mempertahankan kelangsungan hidupnya di banding dengan bereproduksi.
Ini berlaku pada semua binatang ternak. Apabila kondisi tubuhnya mengalami sakit atau mengidap suatu penyakit, maka seluruh nutrisi yang di dapat dari makanan akan difokuskan untuk di gunakan memperbaiki kesehatannya di bandingkan untuk bereproduksi.
Untuk memahami penyakit yang sering menyerang ayam kampung, silahkan baca: "Penyakit Ternak", dan kategori artikel yang berjudul "Pengobatan penyakit".

Pada awal terjangkitnya penyakit, tidak ada gejala klinis yang bisa kita lihat pada ayam kita. Terkadang ada ayam yang kelihatannya sehat, tetapi ternyata mengidap penyakit yang sangat berpengaruh pada kapasitas produksi telur.
Salah satu penyakit yang tidak mematikan akan tetapi sangat merugikan adalah penyakit cacingan pada ayam.

Menurunnya tingkat produksi telur, disamping karena ayam kampung yang kita pelihara mengidap penyakit, bisa juga ayam kampung yang kita pelihara mempunyai sejarah terserang penyakit di masa lalu, seperti tetelo, berak kapur, berak darah, coryza.
Biasanya ayam yang pernah terserang penyakit kemudian sembuh, di kemudian hari kemampuan untuk memproduksi telurnya menurun.

3. Kualitas Nutrisi Dalam Pakan
Apabila ayam yang kita pelihara tidak mempunyai dua point di atas, kemungkinan terbesar yang menyabkan rendahnya produksi telur pada peternakan ayam kampung kita adalah karena rendahnya kandungan nutrisi pada ransum peternakan ayam kampung kita.
Kita tidak bisa berharap dapat meningkatkan kapasitas produksi telur ayam kampung kita, apabila kita tidak memberikan nutrisi yang cukup pada ransum yang kita berikan.

Kalau kita membicarakan telur, cangkang telur terbuat dari beberapa mineral, kuning dan putih telur terbuat di antaranya dari protein.
Bagaimana bisa, kita menginginkan terjadinya peningkatan produksi telur ayam kampung yang kita pelihara apabila ransum yang kita berikan tidak memberikan nutrisi yang cukup untuk kebutuhan memproduksi telur.
Sedangkan telur di buat dengan cara memproses kandungan nutrisi yang ada dalam tubuh ayam, menjadi telur yang kemudian di keluarkan melalui saluran telur.
Sudah barang tentu ayam kampung yang kita pelihara, akan memberikan produksi telur yang rendah apabila ransum yang kita berikan memiliki kandungan nutrisi yang rendah.

Kalau nutrisi dalam ransum rendah, dari mana ayam-ayam tersebut memiliki stok nutrisi sebagai bahan untuk memproduks telur?
Sedangkan ayam-ayam itu sendiri tidak memiliki kemampuan secara mandiri untuk memproduksi nutrisi yang akan di bentuk menjadi telur.

Memberikan kandungan nutrisi untuk meningkatkan kapasitas produksi telur adalah suatu hal yang wajib kita lakukan.
Kita mendapatkan sesuai dengan apa yang kita berikan.
Kalau kita memberikan yang terbaik untuk ayam yang kita pelihara, tentu ayam pun akan memberikan kemampuan produksi terbaiknya kepada kita.

4. Usia Ayam betina
Usia sangat berpengaruh terhadap kemampuan ayam untuk memproduksi telur. Semakin tua usia ayam yang kita pelihara, maka akan semakin rendah kemampuan memproduksi telurnya.
Untuk memastikan penyebab terjadinya penurunan produksi telur pada ayam kampung yang kita pelihara, kita harus memastika usia ayam yang kita pelihara.
Kalau ayam yang kita pelihara sudah memasuki masa untuk di pensiunkan, ya pensiunkan segera, daripada pengeluaran yang kita keluarkan untuk biaya pakan tidak sesuai dengan hasil yang kita dapatkan

5. Lama Pencahayaan
Lamanya waktu pencahayaan di dalam kandang memiliki pengaruh yang kuat dalam meningkatkan kapasitas produski telur ayam kampung.
Pencahayaan yang cukup dapat merangsang hormon reproduksi, lama pencahayaan yang di butuhkan oleh ayam kampung betina adalah selama kurang lebih 16 jam.
Sementara penyinaran secara alami hanya mampu memberikan pencahayaan ke dalam kandang antara 11-12 jam.

Meningkatkan kapasitas produksi telur ayam kampung dapat di bantu dengan memberikan pencahayaan tambahan pada malam hari dengan menggunakan lampu neon atau lampu jari.
Jumlah lampu penerangan, tentunya di sesuaikan dengan luas kandang, dan untuk penempatannya, di atur supaya cahaya dapat menyebar secara merata.

6. Cuaca Yang Terlalu Panas
Cuaca panas yang terlalu ekstrim tentu sangat berpengaruh terhadap kapasitas produksi telur ayam kampung.
Ketika cuaca terlalu panas, ayam kampung yang kita pelihara akan lebih banyak mengkonsumi air minum dibanding dengan mengkonsumsi makanan, sementara makanan yang kita sediakan mengandnung beberapa sumber nutrisi sebagai pembentuk telur.
Dengan kurangnya asupan makanan sesuai dengan yang di butuhkan ayam, produksi telur sudah pasti akan mengalami penurunan.

Temperatur udara ideal berkisar antara 26-31 derajat celcius. Di bawah atau di atas temperatur tersebut, biasanya terjadi penurunan produksi telur ayam kampung.

Cara mengatasi cuaca panas yang ekstrem ini, solusi jangka pendek dapat di lakukan penyiraman pada lantai kandang.
Solusi jangka panjang adalah dengan menanam pepohonan, dengan adanya pepohonan ini, lingkungan kandang akan menjadi lebih sejuk.


Dalam upaya meningkatkan produksi telur ayam kampung yang kita pelihara, kita tidak dapat bertumpu pada satu faktor yang mempengaruhi tingkat kemampuang ayam kampung untuk memproduksi telur.
Beberapa faktor yang di jelaskan di atas adalah faktor dominan yang mempengaruhi tingkat produksi telur ayam kampung yang harus segera kita upayakan solusinya apabila kita benar-benar ingin meningkatkan kapasitas produksi dalam peternakan ayam kampung kita.

Salam sukses peternakan
Semoga bermanfaat

0 Response to "Cara Meningkatkan Produksi Telur Ayam Kampung"

Post a Comment

STTB