Kandang Ayam Kampung Intensif


Kandang ayam kampung intensif mempunyai banyak perbedaan dengan kandang ayam kampung tradisional atau kandang ayam kampung umbaran dan kandang ayam kampung semi intensif.
Perbedaan terletak pada proses penetasan telur, proses perkawinan dan proses pemberian pakan dan minum yang di berikan secara teratur karena ayam tidak dapat mencari makan dan minum sendiri. Semua di sediakan oleh peternak.
Pada peternakan ayam kampung intensif ini, jadwal vaksinasi dijalankan secara disiplin dan penanganan terhadap ayam yang sakit di lakukan secara intensif.

Karena metode pemeliharaan ayam kampung secara intensif ini mempunyai kelemahan yaitu ayam sangat mudah terserang stress karena ruang gerak ayam di batasi sehingga ketika terjadi suhu yang panas ayam tidak dapat mencari tempat yang nyaman.

Perhatian peternak mengenai kenyamanan kandang akan sangat di butuhkan pada metode pemeliharaan ayam kampung secara intensif ini

Keuntungan dengan metode pemeliharaan ayam kampung secara intensif ini adalah produksi dapat meningkat jauh di atas produksi pemeliharaan ayam kampung secara tradisional maupun pada metode pemeliharaan ayam kampung secara semi intensif.
Hal ini disebabkan karena ayam di pelihara hanya untuk berproduksi, tidak untuk bermain atau berkeliaran di sekitar kandang. Sehingga energi dan nutrisi yang di dapat dari pakan di fokuskan untuk kegiatan produksi telur tetas.

Pada metode pemeliharaan ayam kampung secara intensif ini, perkandangan dapat di bagi menjadi tiga model kandang, yaitu:
  1. Kandang Battere
  2. Kandang Pen Mating
  3. Kandang Stud Mating
Kandang Battere
Kandang batere adalah kandang yang digunakan untuk memelihara ayam kampung dengan cara menempatkan satu ekor ayam kampung pada satu kotak kandang.
Dalam pemeliharaan kandang ayam kampung menggunakan sistem battere ini, perkawinan biasanya menggunakan sistem kawin suntik atau inseminasi buatan.
Kawin suntik sebenarnya dapat memberikan keuntungan usaha yang maksimal apabila di terapkan dalam peternakan ayam kampung.
Dengan menggunakan sistem kawin suntik, pejantan yang di gunakan tidak terlalu banyak, sehingga dapat di lakukan penghematan pakan.

Kelemahan menggunakan sistem kawin suntik pada ayam kampung, pada waktu proses penyuntikan sperma ke dalam indukan betina, tidak dapat dilakukan oleh satu orang. Sehingga untuk menerapkan teknik perkawinan ini harus di lakukan oleh dua orang.
Satu orang yang memegang ayam, satu orang yang melakukan penyuntikan cairan sperma pada ayam betina.

Kandang Pen Mating
Kandang Pen mating atau kandang koloni adalah kandang yang berisi satu penjantan dengan beberapa betina. Perkawinan yang terjadi adalah proses perkawinan alami.

Pemeliharaan ayam kampung dengan menggunakan sistem koloni seperti ini lebih mudah di jalankan, meskipun pejantan yang di butuhkan jauh lebih banyak di bandingkan dengan pejantan yang di gunakan pada sistem kawin suntik pada ayam.

Dengan menggunakan sistem koloni, ayam pejantan akan mengawini ayam betina secara alami. Perbandingan antara ayam jantan dan betina adalah, 1 pejantan dengan 8 betina.

Ada satu hal yang terjadi pada pemeliharaan ayam kampugn dengan menggunakan sistem koloni yang sampai saat ini wiraternak belum mendapatkan jawabannya, yaitu semakin banyak betina dalam di dalam kandang koloni, akan lebih banyak menghasilkan DOC betina.

Akan tetapi dengan menggunakan perbandingan 1 banding 5, DOC yang menetas lebih seringnya di dominasi oleh DOC dengan kelamin jantan.

Kandang Stud Mating
Kandang stud mating adalah kandang yang berisi satu pejantan, dan untuk mengawinkan antara ayam jantan dan ayam betina, ayam betina di masukkan ke dalam kandang ayam jantan, setelah terjadi perkawinan, ayam betina kembali di masukkan ke dalam kandangnya. Biasanya kandang betina menggunakan kandang batere.

Mengenai contoh kandang dapat dilihat pada foto perkandangan ayam kampung wiraternak di bawah ini:

Kandang Ayam petelur
Kandang Battere
kandang ayam kampung intensif
Kandang Pen Mating


kandang ayam kampung intensif
Kandang Pen Mating


Di atas adalah contoh kandang ayam kampung dengan metode pemeliharaan intensif yang di gunakan wiraternak.
Pada metode pemeliharaan ayam kampung dengang menggunakan metode intensif ini, wiraternak tidak menggunakan sistem perkawinan stud mating dan kawin suntik karena terlalu memakan waktu.

Dalam peternakan ayam kampung dengan skala lebih besar, menerapkan sistem perkawinan kawin suntik akan lebih menguntungkan karena dapat menghemat pejantan dalam jumlah yang banyak.

Semoga Bermanfaat

STTB