Beternak Ayam Kampung

doc ayam kampung
Beternak ayam kampung mempunyai prospek yang sangat bagus, mengingat dari hari ke hari semakin kelihatan berkurangnya suplai ayam kampung. Hal ini disebabkan oleh tata cara beternak ayam kampung yang masih dilakukan secara tradisional, sehingga hasil yang didapatkan tidak dapat memenuhi permintaan pasar. Beternak ayam kampung dengan cara tradisional memiliki banyak kelemahan, di samping hasil yang kurang maksimal, kontrol terhadap penyakit juga lebih susah di lakukan, hasil anakan juga kurang dapat diketahui dari indukan yang mana sehingga mempunyai potensi terjadinya kawin sedarah yang akan menghasilkan anakan yang kurang berkualitas.

Permintaan pasar terhadap ayam kampung makin besar seiring dengan kesadaran masyarakat Indonesia akan daging ayam yang sehat tanpa adanya residu bahan-bahan kimia, disamping juga rasanya lebih gurih dan lebih keset.
Untuk daerah Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes yang mempunyai pasar ayam yang kecil saja kebutuhan ayam kampungnya sangat tinggi. Kebutuhan perhari kurang lebih 200 ekor. Bagaimana dengan kota yang lebih besar yang tentunya terdapat banyak rumah makan yang membutuhkan pasokan daging ayam kampung.

Beternak ayam kampung ada tiga jenis pemeliharaan:
  • Pemeliharaan ayam kampung petelur
  • Pemeliharaan ayam kampung pedaging.
  • Pemeliharaan ayam kampung dwiguna (untuk diambil telur dan dagingnya, biasanya pemeliharaan dengan cara tradisional)
Dari ketiga jenis pemeliharaan ayam kampung di atas,pemeliharaan ayam kampung pedaging mempunyai waktu pemeliharaan yang relatif singkat dibanding dengan jenis pemiliharaan yang lain. Kurang lebih membutuhkan waktu 2 - 2.5 bulan apabila menggunakan DOC ayam kampung berkualitas bagus. Dengan menggunakan DOC ayam kampung yang berkualitas bobot panen yang dapat dicapai antara 9-1kg.

Pemeliharaan ayam kampung petelur dapat dilakukan dengan membeli ayam kampung yang siap bertelur atau membeli DOC ayam kampung petelur.

Sementara pemeliharaan ayam kampung dwiguna adalah pemeliharaan ayam kampung untuk menghasilkan telur dan daging. Biasanya pemeliharaan ini dilakukan dengan pemeliharaan sistem umbaran dimana dilakukan hanya untuk pengisi pekarangan rumah.

Selamat beternak,semoga sukses

0 Response to "Beternak Ayam Kampung"

Post a Comment

STTB